Archive for November, 2007

III. SULTAN KAIMUDDIN III

November 16, 2007

Nama asli LA SANGAJI, nama julukan OPUTA MAKENGKUNA, gelar jabatan SULTAN KAIMUDDIN III

ASAL USUL
La Sangaji adalah putra Sultan Murhum dari perkawinannya dengan putri Datu Selayar. Oleh masyarakat ia disebut dengan nama julukan ”Oputa Makengku” dan setelah meninggal disebut ”Sangia Makengkuna”. Daerah selayar yang tanah kelahiran Ibunya sejak masa pemerintahan Raja Buton V telah masuk dalam wilayah pengaruh Kerajaan Buton atas persetujuan Opu Manjawari, Datu yang berkuasa di Selayar dan Kabaena Barat. Opu Manjawari adalah sahabat Raja Buton V, Raja Mulae ( Sangia Gola). Ketika Raja Mulae menghadapi perang melawan La Bolontio Raja bajak laut yang menguasai seluruh wilayah Sulawesi Bagian Timur hingga ke kerajaan Moro di Filipina, Opu Manjawari bersama Lakilaponto (Sultan Murhum) menjadi perwira-perwira yang memimpin armada Buton. Atas kemenangan armada Buton dalam perang tersebut, Opu Manjawari diangkat menjadi ”Sapati” kerajaan Buton pada tahun 1526, sedangkan Murhum menjadi raja muda calon pengganti Raja Mulae.
La Sangaji mempunyai 3 orang putri yaitu Walambencugi, Darmastahi, dan Aenun Jaariah.
Pemerintahan La Sangaji berakhir karena mangkat pada tahun 1597.