IV. SULTAN DAYANU IKHSANUDDIN

Nama asli LA ELALANGI, nama julukan OPUTA MOBOLINA PAUNA, gelar jabatan SULTAN DAYANU IKHSANUDDIN

 ASAL USUL

Sultan Dayanu Ikhsanuddin bernama ” La Ode Elalangi” dan oleh masyarakat Buton pula dengan gelar ”Oputa Mobolina Pauna” (sultan yang meninggalkan jabatan). La Ode Elalangi menurut kekerabantannya adalah berasal dari Kaona Tanailandu. Beliau adalah putra La Siridatu buah perkawinannya dengan Paramasuni putri Sultan Murhum, sedang La Siridatu adalah putra La Maindo Raja Batauga buah perkawinannya dengan Banaka Putri Opu Manjawari Datu Selayar, dan La Maindo adalah putra La Kasituri buah perkawinannya dengan Datungguna Putri Raja Batauga Laluwawi.

Selanjutnya La Kasituri adalah putra Raja Maguntu buah perkawinannya dengan Wasulalangi Putri Lie Bun Thai (La Buantae), sedang Raja Maguntu adalah putra Banca Patola (Bataraguru) Raja Buton III buah perkawinannya dengan Wai Lan Cu Gie putri Wai Lan Biauw Bo (Wa Bororo), dan Banca Patola adalah putra Bulawambona Ratu Buton II buah perkawinannya dengan  Datu Baleu Putra Batara Lattu Raja Luwu. Selanjutnya Bulawambona adalah putri Wa Kaa Kaa Ratu Buton I buah perkawinannya dengan Sri Batara Putra Raja Manyuba (Jayanegara) dana Wa Kaa Kaa adalah Putri Kubilai Khan Kaisar Cina buah perkawinannya dengan Ratnasari Putri Jayakatwang.

La Ode Elalangi bersaudara kandung beberapa orang yaitu :

  1. La Rajangkuta (Sangia Lahulu)
  2. La Ngunjaraji (Sangia waero-ero)
  3. La Fajara (Sangia Lampenano)
  4. La Kondowa (sangia gundu-gundu)
  5. La Mantiri (sangia lantongau)
  6. La Siribaja (sangia Kambowa)
  7. Wa Sulalangi (sangia Yi Wawonoata)

La Ode Elalangi mempunyai 7 orang putra dari beberapa perkawinannya. Dari perkawinannya dengan Darmatahi putri La Sangaji Sultan Buton III, memperoleh putra yaitu :

  1. La Balawo
  2. La Cila
  3. Kapitalau I Tatari

Dari perkawinannya dengan Nyai Hiba, beliau memperoleh putra yaitu :

  1. La Sinuru
  2. Sangia Mbela-mbela
  3. La Tumpamama

Perkawinannya dengan Wa Billahi memperoleh putra yaitu :

  1. La Ode Ode
  2. Kapasarana

Dalam suatu upacara resmi yang diselenggarakan di samping mesjid Agung Keraton (di depan tiang bendera kesultanan) Sultan Dayanu Ikhsanuddin mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sultan Buton dengan menanggalkan atribut jabatannya dihadapan Sara Buton dan semua pejabat yang menghadiri upacara. Setelah mengumumkan pengunduran dirinya, Sultan Dayanu Ikhsanuddin dengan tenang meninggalkan tempat upacara, meskipun pernyataan pengunduran diri tersebut tidak direstui oleh Sara Buton karena menyalahi prosedur dan tatakrama adat yang berlaku. Peristiwa ini, membuat Sultan Dayanu Ikhsanuddin oleh rakyat Buton diberi gelar ”Oputa Mobolina Pauna”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: